Fakta Di Balik Peristiwa G 30 S PKI (bagian ketiga)

Aksi beberapa elemen masyarakat ini di awali dengan aksi yang digelar oleh mahasiswa yang menamakan dirinya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Gerakan mahasiswa ini juga diikuti oleh elemen masyarakat lain seperti Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), dan lain-lain.Aksi-aksi inilah yang kemudian memicu pecahnya revolusi di negara ini. Semakin lama situasi negara semakin memburuk.

Situasi ini akhirnya yang memaksa tiga orang Jendral yaitu Letjen (yang baru naik pangkatnya) Soeharto, Brigjen Amir Machmud dan Brigjen M Yusuf untuk menemui presiden dan memaksa presiden agar segera memenuhi tuntutan rakyat. Tritura harus dipenuhi jika presiden ingin mengembalikan situasi negara ke arah yang kondusif.
Soekarno menolak memenuhi tuntutan rakyat. Soekarno tahu bahwa ini semua hanya kerjaan Soeharto yang memfitnah PKI sebagai pemberontak. Soekarno tahu betul, tidak mungkin PKI berkeinginan untuk menggulingkannya namun Soekarno tidak memiliki bukti yang otentik atas pernyataannya tersebut. Soekarno tahu bahwa aksi yang dilakukan oleh PKI dengan nama G 30 S PKI hanya bertujuan untuk menumpas rencana kudeta militer yang akan dilakukan oleh sekelompok perwira tinggi yang menamakan dirinya Dewan Jendral.

Setelah gagal untuk memaksa presiden memenuhi tuntutan rakyat, ketiga jendral tersebut berinisiatif membuat sebuah surat perintah atas nama presiden. Isi surat perintah yang diberi nama Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) hingga kini hanya diketahui oleh hanya 4 orang, ketiga jendral tersebut dan Soekarno, namun karena tiga diantaranya kini telah meninggal dunia, maka kini hanya tertinggal satu lagi saksi sejarah yaitu Soeharto. Sayang, Soeharto pun tidak ingin rakyat Indonesia tahu apa isinya, maka dia lenyepkan supersemar yang asli dan buat sebuah surat perintah yang palsu seperti yang kita tahu belakangan ini melalui buku yang kita miliki ketika kita masih duduk di bangku sekolah dasar.

.Teks Supersemar yang palsu, sedangkan yang asli, hingga kini tidak ditemukan bangkainya

Baca lebih lanjut

Iklan

Fakta Di Balik Peristiwa G 30 S PKI (Bagian Kedua)

Pagi harinya, Soeharto yang telah mengetahui hal ini mendapat laporan dari beberapa ajudan jendral yang telah diculik. Soeharto hanya tersenyum dalam hati karena telah mengetahui bahwa semua ini akan terjadi. Ambisinya untuk menguasai negeri dengan pangkat dan jabatan yang dia miliki hanya tinggal selangkah lagi.

 

Tahukah anda apa sebenarnya yang telah direncanakan Soeharto sebelumnya yang disimpannya baik-baik dalam benaknya? Dia biarkan PKI membunuh ketujuh Jendral tersebut, lalu memfitnah PKI telah melakukan kudeta terhadap Soekarno sehingga orang-orang PKI yang mengetahui fakta sejarah dapat dengan mudah disingkirkan dengan cara difitnah. Doktrin yang dilontarkan Soeharto adalah bahwa PKI akan melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Soekarno. Mungkinkah PKI akan menggulingkan pendukung terkuatnya? Tidak masuk akal. Ingat PKI dan Soekarno saling mendukung, apa mungkin PKI melakukan hal itu?

Baca lebih lanjut

Fakta Di Balik Peristiwa G30 S PKI (Bagian Pertama)

Terilhami dari tulisan Jarar Siahaan di BatakNews yang berjudul “Pantaskah Soeharto Diampuni”, dan dari peringatan 9 tahun turunnya Rezim Soeharto, aku coba manuangkan apa yang aku ketahui lalu simpulkan berdasarkan fakta dari kejadian yang terjadi 42 tahun silam di Jakarta, tepatnya tentang peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI. Mudah-mudahan apa yang aku tulis ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai kejadian yang sebenarnya. Perlu aku tegaskan sekali lagi ini adalah versiku, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap versi lain yang lebih benar.

Ada seorang ahli sejarah yang sempat meneliti tentang kejadian yang menimpa bangsa kita di tahun 1965, mengatakan bahwa di tahun 1965, di Indonesia hanya ada satu Jendral dan dia adalah Mayjen TNI Soeharto. Menurutku ahli sejarah itu juga termakan image yang sengaja dibuat Soeharto bahwa dia adalah orang yang paling berjasa atas dibubarkannya Partai yang kini dianggap sebagai partai terlarang di negeri kita.

Soeharto adalah seorang prajurit TNI berpangkat cukup tinggi dan juga memegang salah satu jabatan penting dalam jajaran TNI sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad). Pada masa kepemimpinan Ir. Soekarno, Soeharto adalah seorang perwira tinggi yang tidak terlalu diperhitungkan. Itu juga menjadi penyebab tidak terteranya nama Soeharto dalam daftar 7 jendral yang menjadi target pembunuhan dalam pemberontakan PKI.

7 Jendral yang menjadi target operasi PKI (Baris pertama kiri-kanan) Jendral TNI Anumerta Ahmad Yani, Letjen TNI Anumerta MT Haryono, Letjen TNI Anumerta S Parman, Letjen TNI Anumerta Suprapto. (Baris kedua Kiri-kanan) Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen TNI Anumerta DI Panjaitan, Kapten Czi Anumerta Pierre Tendean.

Baca lebih lanjut

Daftar Lengkap 26 Misteri Di Dunia Yang Tak Terpecahkan

Berikut ini adalah daftar yang cukup banyak tentang berbagai misteri yang ada di dunia ini.

Atlantis: Paradise Lost?

Dikatakan bahwa jauh sebelum peradaban Summerian, terdapat sebuah peradaban besar yang berada di Samudera Atlantik.  Itu adalah surga, di mana peradaban modern melebihi saat ini berada di puncaknya.  Tapi kemudian gunung berapi meletus dan peradaban Seluruhnya menghilang.

Kisah peradaban Atlantis pertama kali diceritakan oleh Plato, seorang filsuf Yunani. Tapi seberapa jauh kita bisa percaya Plato?  Ini adalah sebuah pertanyaan yang banyak dicetuskan. Setelah Atlantis hilang? Mengapa kita tidak memiliki bukti historis? Atau cerita Plato sebuah fabel?

Benar atau fiksi? Mitos atau realitas?  Ini adalah pertanyaan yang banyak terinspirasi untuk melakukan penelitian.  Namun kebenaran tidak diketahui, tak terhitung.

Hantu

Hantu’ adalah subjek yang membingungkan semua orang, di mana-mana.  Bahkan setelah kemajuan ilmu pengetahuan, realitas tentang hantu tetap menjadi misteri sampai hari ini. Tetapi manusia selalu ingin tahu.  Harry Price yang menghabiskan 40 tahun di penguraian misteri tentang hantu mendapatkan hasil yang sia-sia. Para  fotografer pemburu hantu mencoba yang terbaik untuk memperkuat fakta-fakta. Tapi sekali lagi berlangsung dengan sukses yang sangat jarang sekali terjadi.

Bahkan, semua upaya yang dilakukan telah gagal untuk membuktikannya. Sering kali orang yang mengklaim telah melihat hantu diberi label sebagai penipuan atau menderita gangguan psikologis.

Eldorado – Sebuah mitos emas

Manusia selalu menyukai untuk memiliki emas. hal ini sangat memikat. Menyebabkan banyak petualangan aneh. Dan dari semua ekspedisi aneh yang paling aneh adalah pencarian Golden Land – Eldorado.

Selama berabad-abad legenda Eldorado, tanah emas yang luar biasa membuat banyak orang berani melakukan ekspedisi.  Beberapa kehilangan kekayaan mereka, reputasi mereka dan beberapa kehidupan mereka. orang-orang tetap masih tidak gentar. Tahun demi tahun, dekade setelah puluhan tahun, laki-laki keluar mencari Golden Land, Eldorado hanya untuk mendapatkan limpahan emas serta kekayaan yang tak ada duanya.

Baca lebih lanjut

Misteri Hitler di Indonesia (bagian ketiga)

Beberapa foto makam hitler di Indonesia di Surabaya tepatnya di TPU Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo

Makam dr Poch yang diduga Adolf Hitler di Tempat Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya, kini tidak terawat. Tidak ada sanak famili yang mengurus makam tersebut.

Makam yang terletak di pojok selatan TPU itu terakhir kali dikunjungi sekitar 30 tahun silam.

Yono (48), tukang batu yang kini menjaga kompleks pemakaman itu mengungkapkan, cerita dari juru kunci (kuncen) makam yang sudah meninggal lima tahun lalu, terhitung dua kali makam itu dikunjungi.

“Pertama sekitar 1972 ada yang datang ziarah, kemudian sekitar tahun 1980. Itu yang terakhir, setelah itu sampai sekarang tidak pernah ada lagi,” kata Yono saat ditemui,
Baca lebih lanjut

Misteri Hitler di Indonesia (Bagian Kedua)

Diktator Jerman, Adolf Hitler dikabarkan meninggal di Indonesia, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelum ke Surabaya, Hitler diduga menyaru sebagai Poch, seorang dokter yang pernah bertugas di Sumbawa Besar.

Penelusuran  soal kebenaran cerita ini diawali dari Sumbawa. Seorang saksi, bernama Ahmad Zuhri Muhtar mengaku memang ada dokter bernama Poch yang bekerja di Rumah Sakit Umum Sumbawa. Poch juga berpraktek di Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang saat ini menjadi Puskesmas Seketeng.

“Kebetulan Puskesmas itu ada di dekat rumah,” kata Ahmad ketika dihubungi , Senin 22 Februari 2010.

Ahmad mengaku saat duduk di kelas 1 atau 2 Sekolah Dasar, dia menjadi pasien dokter Poch.

“Saya sering diperiksa. Waktu itu perasaan saya takut. Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter. Itu ingatan saya waktu masih kecil,” kata dia.

Dokter Poch yang dia kenal nampak garang. “Kalau dikatakan galak, nggak juga. Bahasa Indonesianya pas-pasan, dan ada gaya-gaya menggertak,” kata dia.

Ahmad menceritakan ciri-ciri dr Poch yang dia kenal. “Kepala botak, kumis tebal merah jagung. Dia juga memakai kaca mata,” kata dia.

Poch juga agak pincang. “Mobilnya Jeep kap terbuka, seperti buatan Jerman. Kalau menyetir dengan satu tangan, gaya geng-geng begitu,” tambah Ahmad.

Pria kelahiran 1955 itu menceritakan Poch datang menumpang kapal asing ‘Hope’. Kapal itu membawa obat-obatan dan menyediakan pengobatan gratis.

“Saya ingat, para penumpang dan kru-kru kapal dibawa turun melihat karapan kerbau di dekat rumah saya. dr Poch juga ada di komunitas itu,” tambah dia.

Terkait informasi yang menyatakan Poch adalah Hitler, Ahmad mengaku  tak tahu pasti. Meski, dia mengakui ada kemiripan Poch dengan foto Hilter yang dia lihat di sejumlah media dan buku.

Kata Ahmad, harus ada kajian yang lebih ilmiah. Bagaimanapun, Hitler adalah sosok besar dalam sejarah yang layak diungkap kehidupannya.

“Saat ini soal Hitler seakan terabaikan. Padahal kalau mau menguak kisah ini sudah ada pintu masuknya, dokter Poch di Sumbawa besar dan makamnya di Ngagel,” kata Ahmad.

Baca lebih lanjut

Misteri Hitler di Indonesia (Bagian Pertama)

Diktator Jerman, Adolf Hitler diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, fakta itu kini dipertanyakan.

Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat menyatakan tengkorak milik Hitler yang disimpan Rusia bukan milik pemimpin NAZI tersebut.

Itu adalah tengkorak perempuan berusia di bawah 40 tahun, bukan Hitler yang dinyatakan meninggal di usia 56 tahun.

Penemuan ini, menguatkan kembali teori konspirasi bahwa Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua.

Sejumlah teori beredar soal dimana kematian Hitler. Ada yang mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, bahkan Indonesia.
Baca lebih lanjut