Misteri Hitler di Indonesia (bagian ketiga)

Beberapa foto makam hitler di Indonesia di Surabaya tepatnya di TPU Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo

Makam dr Poch yang diduga Adolf Hitler di Tempat Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya, kini tidak terawat. Tidak ada sanak famili yang mengurus makam tersebut.

Makam yang terletak di pojok selatan TPU itu terakhir kali dikunjungi sekitar 30 tahun silam.

Yono (48), tukang batu yang kini menjaga kompleks pemakaman itu mengungkapkan, cerita dari juru kunci (kuncen) makam yang sudah meninggal lima tahun lalu, terhitung dua kali makam itu dikunjungi.

“Pertama sekitar 1972 ada yang datang ziarah, kemudian sekitar tahun 1980. Itu yang terakhir, setelah itu sampai sekarang tidak pernah ada lagi,” kata Yono saat ditemui,

Pengunjung terakhir, kata dia, delapan orang asing, tiga perempuan dan lima laki-laki yang mengaku datang dari Jakarta. Namun mereka tidak menyebutkan apakah masih ada hubungan keluarga atau tidak.

Makam dr Poch kini ditumbuhi rumput dan tanaman rambat yang oleh warga sekitar disebut golang galing. Makam berukuran 2×1 meter itu dikelilingi pagar besi yang sudah berkarat. Pintu pagar itu sudah sulit dibuka karena lengket akibat sudah lama tidak dibuka. Satu-satunya yang menandakan makam itu tempat peristirahatan dr Poch adalah nama ‘dr GA Poch’ yang tertulis di nisannya.

Selain nama, tertulis pula ‘CC 258’ yang merupakan nomor urut makam. Sedangkan tempat lahir dan wafat dibiarkan kosong. Dokter Poch dimakamkan pada 1970. Dia meninggal di RS Karang Menjangan, Surabaya. Dia satu-satunya orang asing yang dimakamkan di pemakaman tersebut.

Yono yang tinggal tidak jauh dari pemakaman itu juga bercerita, makam tersebut dua kali dipugar oleh RS Karang Menjangan. Terakhir makam itu dilapisi batu granit abu-abu hitam.

Yono yang saat dr Poch dimakamkan masih berusia 10 tahun ingat saat dimakamkan, banyak dokter yang datang. Dia tahu dari baju putih yang dikenakan mereka. “Di RS Karang Menjangan kan dulu banyak dokter asing,” kata dia.

Sementara warga lain, Supi’i (49) yakin dr Poch adalah tentara asing yang bertugas di bagian medis. “Dia dibawa dari luar Pulau Jawa  dan meninggal di sini. Itu cerita kuncen di sini dulu,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s